Visualisasikan Block Puzzle, Dosen Teknik Informatika UNIKAMA Lolos Program Pendanaan Teknologi Asistif

UNIKAMA

Dosen Program Studi Teknik Informatika (TI) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) berhasil mendapatkan bantuan dana dari Kemdikbud untuk mengembangkan Teknologi Asistif. Teknologi Asistif adalah sebuah pendanaan untuk mengembangkan alat / perangkat pembelajaran yang digunakan untuk membantu mahasiswa baik normal maupun yang berkebutuhan khusus agar mereka mudah dalam mengikuti perkuliahan.

Akhmad Zaini, S.Kom., M.T., selalu Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Informatika (TI) menerangkan bahwa awalnya ia mendapatkan informasi program tersebut dari laman Kemdikbud.

“Setelah mendapatkan informasi saya dan juga Dosen dari Prodi Fisika Hestiningtyas Yuli Pratiwi, S.Pd., M.Pd., langsung menyusun proposal. Dalam program ini saya membuat alat visualisasi untuk perkuliahan bahasa pemrograman. Selama ini bahasa pemrograman menjadi salah satu perkuliahan yang sulit untuk dipahami oleh beberapa mahasiswa, sebab mahasiswa harus mempelajari bahasa baru melalui Syntax yang rumit, disaat yang sama, mahasiswa juga harus mempelajari bagian logis dari pemrograman, ” terangnya.

Nantinya, alat visualisasi tersebut dikemas dalam bentuk puzzle. Sehingga saat mempelajari bahasa pemrograman, mahasiswa bisa banyak berfokus pada bagian logisnya, sementara untuk bagian syntax nya bisa dipermudah dalam bentuk visualisasi Block puzzle.

“Untuk bisa lolos program ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain membuat usulan proposal, perguruan tinggi pengusul memiliki akreditasi program studi minimal B dan AIPT terakreditasi, proposal diajukan atas nama perguruan tinggi dengan surat pengantar dari pimpinan perguruan tinggi, memiliki komitmen untuk melaksanakan program sampai tuntas dengan luaran yang ditargetkan, perguruan tinggi pengusul sangat disarankan menyediakan dana pendamping maupun fasilitasi. Sampai akhirnya di tanggal 21 Agustus 2021diumukan bahwa program yang saya ajukan lolos dan mendapatkan dana sebesar 75 juta rupiah, ” tambahnya.

Ia berharap Pengembangan media visualisasi Block bisa dikembangkan menjadi alat untuk melatih cara berpikir komputasional pada tingkat anak-anak. Selain itu, dengan memperoleh pendanaan ini bisa menginspirasi Dosen lain di Unikama untuk terus berinovasi menghasilkan media-media pembelajaran yang  efektif terutama di masa pandemi ini yang sistem pembelajarannya dilakukan secara Daring.

Scroll to Top